Jangan Terlalu Sering Menggunakan Gadget Jika Tidak Ingin Mengalami Kejadian ini

Jangan Terlalu Sering Menggunakan Gadget Jika Tidak Ingin Mengalami Kejadian ini

Hati-Hati, Berikut yang Kamu Alami karena Terlalu Sering Menggunakan Gadget

Ladies coba hitung setiap harinya berapa lama kamu bermain gadget? Mulai dari smartphone hingga laptop, nah jika terlalu lama harap berhati-hati. Sebab kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko terkena gangguan saraf.

Salah satu gangguan saraf yang bisa menyerangmu ialah neuropati. Dengan ciri kesemutan, kebas, dan kram. Tanpa disadari, penyakit ini ternyata sangat berkaitan dengan aktivitas sehari-hari atau aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang.

Hal serupa dikatakan, Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, dr Manfaluthy Hakim Sp.S mengatakan, terlalu sering mengetik di laptop maupun smartphone dapat mencederai syaraf di lengan dan bisa menyebabkan carpal tanal syndrome. Kondisi ini dapat membuat kamu merasa kesemutan dan kebas pada bagian lengan.

“Syaraf otot yang cedera akan mengalami pelemahan. Oleh karena itu, dibutuhkan jeda setiap 10 menit. Rileks selama setengah menit sangat berarti,” ujarnya saat ditemui dalam acara ‘Studi Klinis NENOIN 2018: Kombinasi Vitamin Neurotropik Terbukti Mengurangi Gejala Kerusakan Sistem Saraf Tepi” di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakpus, beberapa waktu lalu.

Ia pun menambahkan, berdasarkan penelitian, penggunaan gadget di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Hal inilah yang membuat angka kejadian neurotopi juga meningkat.
“Penyakit ini akan menurunkan kemampuan motorik maupun sensorik itu juga bisa disebabkan oleh faktor risiko penyakit seperti diabetes, kurang bergerak atau olahraga, dan mengalami defisiensi vitamin B,” tambahnya.

Agar tidak menderita sakit saraf tersebut, kamu disarankan untuk memenuhi vitamin B. Yang ditemukan pada daging merah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, mengatasi gejala neuropati, dilakukan sebuah studi klinis tentang vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12 yang juga didukung oleh PT Merck Tbk, perusahaan sains dan teknologi dalam sektor kesehatan, life science, dan performance materials. Kabar baiknya, studi tersebut berhasil menemukan cara untuk mengurangi gejala ini, yakni dengan konsumsi kombinasi vitamin B1, B6, dan B12 secara rutin.

Hasil Studi Klinis 2018 NENOIN mengenai efikasi penggunaan kombinasi Vitamin Neurotropik telah diumumkan. Hasilnya membuktikan bahwa konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar dan rasa sakit secara signifikan. Pada hasil studi juga ditemukan bahwa kombinasi Vitamin Neurotropik memiliki profil toleransi yang baik sehingga aman untuk dikonsumsi jangka panjang. Studi didukung oleh PT Merck Tbk, melalui brand Neurobion, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan sehat lebih lama.

Studi ini melibatkan 411 responden penderita neuropati usia 18 65 tahun dengan etiologi1 berbeda dan mengalami gejala neuropati ringan sampai sedang. Etiologi responden antara lain, diabetes , carpal tunnel syndrome , Idiopathic , penyebab lain dan kombinasi . Selama masa penelitian, responden mengonsumsi satu tablet Vitamin Neurotropik sekali sehari setelah makan. Kombinasi Vitamin Neurotropik yang digunakan adalah Vitamin 81 , 86 and 812 dari Neurobion Forte. Studi dilakukan di 9 kota besar di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh setelah 12 minggu, secara keseluruhan gejala neuropati berkurang sebanyak 62.9%. Masing-masing pengurangan gejala neuropati berkurang secara drastis, yakni :

dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S, Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, menjelaskan kombinasi vitamin neurotropik yang digunakan terdiri dari Vitamin 81, 86 dan 812. Konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik menunjukan hasil yang baik terhadap gejala neuropati, bahkan mulai terlihat pada minggu kedua setelah pemakaian secara rutin. Di akhir studi ditemukan juga bahwa kualitas hidup responden meningkat secara signifikan karena berkurangnya gejala neuropati yang diderita.

“Efek samping dari konsumsi kombinasi vitamin neurotropik secara rutin dan berkala dalam jangka panjang relatif kecil. Studi ini juga membuktikan bahwa konsumsi Vitamin Neurotropik tidak hanya mencegah namun juga bisa mengurangi gejala kerusakan saraf tepi yang dialami,” tuturnya.

Prof. Dr. Rima Obeid dari Saarland University Hospital Jerman, menyampaikan, mengonsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik terbukti lebih efektif dalam mencegah dan mengatasi penyakit neuropati dibandingkan dengan mengonsumsi Vitamin Neurotropik tunggal. Vitamin Neurotropik tunggal adalah Vitamin 81, 86 atau 812 secara terpisah.

Kombinasi Vitamin Neurotropik dapat mengurangi gejala kerusakan saraf tepi seperti rasa nyeri, mati rasa, kesemutan dan menurunnya sensasi. “Dalam kondisi terjadinya inflamasi, penguraian Vitamin B6 meningkat sehingga mengurangi rasa nyeri,” paparnya.

Prof Dr. Rima Obeid melanjutkan, kerusakan saraf tepi umum terjadi pada pasien diabetes. Pasien diabetes mengalami kehilangan Vitamin 81 melalui urin dan pada pasien diabetes kronik yang diterapi dengan metformin dan pada pasien-pasien diabetes stadium lanjut dengan komplikasi, kadar Vitamin 812 menurun sehingga dibutuhkan asupan kombinasi Vitamin Neurotropik untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Holger Guenzel, Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk mengatakan, “MERCK berkomitmen mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan sehat lebih lama. MERCKjuga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menyebarkan edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kesehatan saraf tepi. Salah satu upayanya adalah dengan menginvestasikan sumber daya untuk penelitian dan menyediakan produk berkualitas tinggi untuk masyarakat.

“Kali ini kami berpartisipasi dalam melakukan studi klinis NENOIN untuk memberikan informasi lebih lanjut pada masyarakat mengenai cara tepat menangani gejala neuropati yang mereka alami. Dengan adanya hasil studi klinis ini, kami harap masyarakat dapat menjaga kesehatan sarafnya secara optimal dan memperbaiki kualitas hidupnya masing-masing,” tutupnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *