Jonathan Rea Sang Juara World Superbike Susah Move On ke MotoGP

Juara "Hattrick" Superbike Sulit Pindah ke MotoGP

Juara

Jakarta – Rumors kepindahan juara dunia tiga kali berurutan World Superbike Jonathan Rea ke MotoGP sudah santer sejak tahun lalu. Namun, pebalap asal Inggris yang membela Kawasaki itu merasa peluangnya tidak begitu besar.

Rea pindah ke Kawasaki di WorldSBK pada 2015 dari Honda. Sejak saat itu dia mendominasi dan menjadi pebalap pertama yang bisa hattrick juara dunia WorldSBK. Rea juga pernah dua kali mencicipi MotoGP bersama Repsol Honda pada 2012 lalu saat dia menggantikan Casey Stoner.

Kontrak Rea bersama Kawasaki akan habis musim ini. Dia tidak melihat dirinya masih balapan saat berusia 33 atau 34 tahun, jadi keputusannya sebelum masa itu sangat penting buat karirnya.

Febri Ardani/KompasOtomotif Juara Superbike World Championship 2015, 2016, dan 2017, Jonathan Rea.

Febri Ardani/KompasOtomotif Juara Superbike World Championship 2015, 2016, dan 2017, Jonathan Rea, saat mengunjungi Sirkuit Sentul, Jumat .

“Saya pikir akan sangat sulit pindah ke sana, sejujurnya. Bila saya ke MotoGP, saya mau mendapat perlengkapan terbaik. Saya tiga kali juara superbike, saya tidak punya sesuatu lagi untuk pembuktian. Ke sana dan mengukur diri saya dengan para pebalap terbak di dunia, saya mau melakukannya dengan mesin terbaik. Tetapi sejujurnya saya tidak merasa mendapat kesempatan itu,” kata Rea, dilansir dari Motorsport.com.

Balapan dengan perlengkapan terbaik sudah didapat Rea di Kawasaki. Dia mendapat semuanya, kesempatan menang lomba dan jadi juara dunia, serta punya keuntungan dari sisi pemasaran.

Baca:Juara Dunia Superbike Kritik Aspal Sirkuit Sentul

MotoGP bukan cita-cita

Rea mengatakan bukan ambisinya menjadi pebalap MotoGP saat dia muda. Rea besar di motocross dan dia meyakini tidak mencari profil atau prestis.

“Saya cuma mau mengendarai motor saya dan mencoba menang. Saya merasa di usia 31 di MotoGP saya tidak mendapat kesempatan itu. Tapi kita tunggu saja,” katanya.

“Saya tidak melihat saya balapan setelah 33 atau 34. Di otak saya itu adalah waktunya untuk keluar. Tetapi saya merasakan sangat senang balapan jadi saya tidak melihat pensiun saat ini. Mungkin sesuatu akan muncul, tetapi saya sekarang sangat bahagia karena Kawasaki memberikan saya kesempatan memenuhi mimpi saya. Saya bersyukur atas itu. Idenya adalah melanjutkan yang sudah dilakukan,” ucap Rea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *